In the case of Blizzard Entertainment, Inc and Vivendi Games, Inc. Vs. MDY Industries, LLC,  Blizzard as the owner of an MMORPG’s online game, World of Warcraft [published on November 2004], Blizzard claimed that MDY has infringed its copyright of WoW by developing a software, called “Glider”, which enabled WoW’s player to play WoW automatically.

Glider is a computer program known as “Bot”. Glider enabled WoW’ player’s character to continue play in WoW even when the player is away from his/her computer. It purported for the player to advance faster in WoW and to  acquire items or game assets more easily ["Farming"]. MDY started selling Glider to WoW’s player on June 2005 and has sold more than 100.000 copies.

Blizzard claimed that MDY has infringed its copyright as ruled by U.S. DMCA [Digital Millenium Copyright Act]. The ninth court agreed that MDY has violated Blizzard’s copyrights but not based on the DMCA, but on violating the Terms of Service [ToS] or EULA [End User License Agreement, which all WoW’s players have to adhere to in order to be able to play WoW.

By that decision, the court has given a recognition that, among other points,  Farming by using Bot is not a cool thing to do.  It has raised an attention from the public to the fact that the court’s decision has widen the scope of  what would be considered as copyright violation, which included ToS or EULA.

The question would be why software owner would be aiming for copyright protection for its EULA or ToS.  It’s because copyright protection would bring bigger penalties and remedies, compare if EULA or ToS is not considered to be protected by copyright, where a violation of EULA or ToS would only be considered as a mere breach of contract.

As a General Counsel for an online game company myself, Farming is definitely an action which can be assumed to happen and it can disturb a game’s economy equilibrium, not to mention it’s really annoying to see a player could  end up on the first rank of a game’s highest level list when that player can achieve it by using Bot and other players only rely on their sweat and brow by staying hours and hours at a cyber cafe or playing the game at home on an endless hours and skip dinner and breakfast and still can’t catch up with that player’s speed with a Bot.

So yes, I do agree that Bot or alike that temper with a game play should be identified and legal action should be taken towards the Bot user and Bot developer. This can be achieved by relying on the ToS or EULA. That’s why it is very important for a software owner/publisher to smartly draft their ToS or EULA, to acknowledge this issue and to encounter in the ToS or EULA.

Nonetheless, this big uproar about opposing WoW’s intention for ToS or EULA as to be protected by copyright, I’m in an opinion that it should be cleared first on what would be the perspective of ToS or EULA is protected by copyright. ToS or EULA in a game is an agreement or contract which binds both parties of publisher and player. Hence, a player will be given a license to play a game by firstly agreeing and binding herself/himself  to the ToS or EULA. Any violation towards ToS or EULA will be considered as a breach and a publisher has a right to sanction a player according to the in-game policy as stated in ToS or EULA. It could be ban or kick out from the game. But, it doesn’t necessarily make ToS or EULA as protected by copyright. What copyrighted is the game software itself! Any attempt to temper with the software will be a violation to DMCA, as stated in below clause:

(2) No person shall manufacture, import, offer to the public, provide, or otherwise traffic in any technology, product, service, device, component, or part thereof, that -

(A) is primarily designed or produced for the purpose of circumventing a technological measure that effectively controls access to a work protected under this title;

MYD, by manufacturing and offer to the public, its product Glider, which tempered Blizzard’s game software of WoW, could be easily said had infringed the DMCA. Whether it is stated or not in the ToS or EULA, as copyright appear the moment a work is created in a certain medium, such as in written or a drawing.

I might be wrong. But it’s merely my own opinion and I just hope my writing can shed a light on this matter. What is your own opinion?

KASUS WORLD OF WARCRAFT-BLIZZARD Vs. GLIDER

(Versi Bahasa Indonesia)

Pada kasus penggunaan Bot di permainan terhubung World of Warcraft (dipublikasikan pertama kali pada November 2004) kepunyaan Blizzard Entertainment, Inc and Vivendi Games, Inc., yang dilakukan oleh MDY Industries, LLC ( Blizzard Entertainment, Inc dan Vivendi Games, Inc. Vs. MDY Industries, LLC), Blizzard meng klaim bahwa MDY telah melanggar hak ciptanya dengan membuat sebuah perangkat lunak yang dinamakan “Glider”, yang memungkinkan pemain WoW untuk tetap main secara otomatis walaupun mereka sedang tidak di tempat atau di depan komputer mereka.

Glider adalah sebuah program komputer yang dikenal sebagai Bot. Glider memungkinkan karakter pemain WoW untuk memainkan WoW walaupun pemain sedang tidak didepan computer mereka. Tujuan dari Glider adalah untuk memungkinkannya pemain untuk dengan cepat menambah level mereka sekaligus untuk mendapatkan item dalam WoW dengan lebih mudah (“Farming”).

MDY mulai menjual Glider ke pemain WoW pada Juni 2005 dan telah berhasil menjual lebih dari 100.000 kopi Glider.

Blizzard mengklaim bahwa MDY telah melanggar hak cipta mereka pada WoW, seperti yang di atur dalam Undang-Undang Hak Cipta Milenium Digital Amerika Serikat (U.S. DMCA -Digital Millenium Copyright Act). Pengadilan ke Sembilan Amerika Serikat setuju bahwa MDY telah melanggar hak cipta Blizzard, namun bukan berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta Milenium Digital Amerika Serikat, tetapi berdasarkan Ketentuan Layanan (Terms of Service)  atau Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir (End User License Agreement) WoW, dimana seluruh pemain WoW diwajibkan untuk terikat kepada Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir Blizzard sebelum dapat memainkan WoW.

Dengan keputusan tersebut, pengadilan telah memberikan pengakuan terhadap, diantaranya bahwa Farming adalah suatu tindakan yang melanggar hukum. Keputusan ini telah menarik perhatian public terhadap fakta bahwa keputusan pengadilan telah memperluas cakupan dari kategori pelanggaran hak cipta, yaitu mencakup Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir.

Pertanyaannya adalah mengapa pemilik suatu perangkat lunak sangat tertarik untuk mendapatkan perlindungan hak cipta bagi Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir. Hal ini didasarkan pada perlindungan yang lebih kuat pada hak cipta dalam bentuk sanksi yang lebih kuat dang anti rugi yang lebih besar, dibandingkan apabila Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir tidak dilindungi oleh hak cipta, dimana pelanggaran terhadap Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir hanya akan dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap suatu kontrak.

Sebagai general Counsel pada sebuah perusahaan penerbit permainan terhubung, saya sendiri berpendapat bahwa Farming adalah suatu tindakan yang dapat diasumsikan akan terjadi dan dapat mengakibatkan terganggunya equilibrium atau keseimbangan suatuekonomi di dalam permainan terhubung, belum lagi Farming dapat mengganggu kenyamanan pemain lain. Sangat mengesalkan untuk melihat seorang pemain mendapatkan peringkat pertama pada daftar peringat tertinggi permainan, dimana pemain tersebut dapat mencapainya hanya dengan menggunakan Bot sedangkan pemain lainnya benar-benar secara murni mengandalkan ketekunan mereka dengan bermain berjam jam pada warung internet atau di rumah mereka, melupakan makan malam dan makan pagi mereka dan tetap tidak mampu mengejar kecepatan pemain lain yang menggunakan Bot.

Jadi ya, saya setuju apabila Bot dan jenis-jenis setipe lainnya yang dapat merusak permainan untuk dikenali dan tindakan hukum seharusnya dikenakan bagi pengguna Bot sekaligus bagi pembuat Bot itu sendiri.Hal ini dapat dilakukan melalui Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir. Sehingga sangat penting bagi pemilik atau penerbit perangkat lunak untuk secara bijaksana membuat Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir mereka, untuk menggarisbawahi permasalahan Bot dan menangkisnya di Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir mereka.

Namun ditengah besarnya gema protes menentang niatan Blizzard agar menjadikan Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir dilindungi oleh hak cipta, secara pribadi saya berpendapat bahwa pertama-tama haruslah di perjelas terlebih dahulu apakah maksud dari dilindunginya Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir oleh hak cipta.

Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir dalam suatu permainan adalah suatu perjanjian atau kontrak yang mengikat para pihak, penerbit permainan dan pemain permainan. Apabila pemain menyetujui suatu Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir permainan, maka pemain tersebut akan diberikan lisensi oleh pihak pemilik atau penerbit permainan untuk memainkan permainan tersebut. Setiap tindakan diluar atau bertentangan dengan terhadap Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir akan dianggap sebagai pelanggaran dan pemilik atau penerbit permainan berhak untuk menjatuhkan sanksi terhadap pemain sesuai dengan yang tercantum dalam peraturan dalam permainan (In-Game Policy) dalam Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir. Sanksi dapat berupa dilanrangnya pemain untuk bermain atau di”tendang keluar”nya (“Kick Out) pemain dari permainan. Namun hal tersebut tidak menjadikan Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir dilindungi oleh hak cipta. Yang dilindungi oleh hak cipta adalah perangkat lunak dari permainan itu sendiri! Setiap usahan untuk mengganggu perangkat lunak tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap Undang-Undang Hak Cipta Milenium Digital Amerika Serikat, seperti yang berbunyi dibawah ini:

(2) Tidak seorangpun diperbolehkan untuk memanufaktur, mengimpor, menawarkan ke publik, menyediakan, atau sebaliknya terlibat dalam lalu lintas atau perdagangan teknologi, produk, servis, alat, komponen, atau bagiannya, yang:

(A) secara utama di desain atau di produksi dengan tujuan untuk memotong suatu sarana kontrol teknologi yang secara efektif mengkontrol akses suatu hasil karya yang di lindungi dibawah aturan ini.

Dengan me manufaktur dan menawarkan kepada publik produk Glidernya, MDY telah mengganggu perangkat lunak permainan WoW, dan dengan mudah dapat dikatakan telah melanggar Undang-Undang Hak Cipta Milenium Digital Amerika Serikat. Terlepas apakah tercantum dalam suatu  Ketentuan Layanan dan Perjanjian Lisensi Pengguna Akhir, perlindungan hak cipta mucul [ada saat suatu hasil karya dihasilkan dan dituangkan dalam suatu medium tertentu, seperti dalam suatu tulisan atau dalam bentuk gambar.

Saya mungkin salah, namun demikianlah pendapat pribadi saya dan saya harap dapat menjadi sedikit pencerahan bagi pembaca atas permasalahan Bot dan Farming dalam suatu permainan terhubung dan kasus penentu terbesar terkait hal tersebut di Amerika Serikat.

Bagaimana pendapat anda sendiri?

Tulisan ini adalah terjemahan dari tulisan Bahasa Inggris “Blizzard’s WoW Warren Vs. Glider Case” oleh Sarah M. Abdullah  dan pertama kali dipublikasikan oleh Sarah M. Abdullah di blog pribadinya di http://www.legallysmart.wordpress.com

Tulisan ini pandangan pribadi penulis dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat hukum dalam bentuk apapun. Silahkan menghubungi penasihat hukum yang berkualifikasi bagi   nasihat hukum terkait permasalahan ini.